イエシの世界 - Yessy Arv View

Note about the latest gizmo, news, and bugged things from Tokyo

Monday, December 12, 2005

Partai Kelautan Indonesia

Seperti yg kita ketahui, belakangan ini Indonesia menggantungkan diri dari sektor kelautan, ini yang membelakangi perlunya dibuat Partai Kelautan Indonesia (PKL).

Partai ini diharapkan dapat menyokong nelayan Indonesia mulai dari kelas kakap hingga kelas teri. Ditunjang oleh management dan data berbasis teknologi tinggi untuk segala bidang yg berbau kelautan, partai ini dapat menjadi ujung tombak pemberdayaan, monitoring, dll, juga dapat berperan sebagai 'high justice' ala superman untuk memberantas kongkalingkong departemen dan serbuan kapal asing.

Memajukan pendidikan di bidang kelautan juga menjadi tujuan utama, sehingga rakyat sadar untuk menjaga & tidak merusak laut, terumbu karang dll. Dengan goal menjadi the best maritime country, yg dapat mendongkrak sektor pariwisata beberapa puluh lipat. Expert kelautan (plus ekonom) yg dapat memonitori kegiatan tsb diatas, sudah pantas untuk duduk sebagai calon presiden.

Kira-kira, anda berminat?

@yessyArv
(1st published 21 Jan 2004)

Dulu Tokyo juga langganan banjir


Ternyata dulu Tokyo juga menjadi langganan banjir di era Meiji tahun 1896, 1902, 1907dan 1910, karena Tokyo adalah lowland yang permukaanterbentuk dibawah permukaan laut.

Setelah banjir terbesar di 1910 akibat curah hujan sebesar 1.216 mm yang menewaskan 369 korban, dan merusak 1679 rumah, th 1911 'Arakawa Flood-Control Channel' dibangun untuk memproteksi Tokyo dari banjir. Pembebasan 1098 hektar tanah dan penggusuran1300 rumah dimulai th 1911. Konstruksi dilaksanakan mulai th.1913 hingga 1930 yang melibatkan 3.1 juta org. Kanal (panjang 22 km, lebar 500 m) dibangun dengan sluice gate di Iwabuchi untuk mengatur tinggi permukaan air di S. Sumida yang mengalir ke Teluk Tokyo. Kanal didesain oleh A. Aoyama yg turut berpartisipasi dlm pembuatan Panama Canal.

Di tahun 1947, akibat topan Catherine, penurunan tanah dan tingginya kondisi pasut kembali membuat banjir Tokyo, sehingga harus mengevakuasi 300.000 org. Kemudian kanal direstrukturisasi sehingga tidak menimbulkan banjir hingga saat ini. Ini didukung dengan "River Act 1997" yang mengatur agar sungai tetap jernih. Bantaran sungai memang sangat luas, sampai bisaditempati lapangan sepak bola dan baseball.

Kalau urusan pakar, sepertinya source di Indonesia tidak kalah. Yang paling sederhana mungkin bisa dimulai dengankampanye individual 'River Act' (dgn kata lain: jangan buang sampah sembarangan).
Mudah-mudahan Jakarta tidak lagi kebanjiran.

Salam,
YessyArv
(1st published 9 Feb 2002)

Reference:
* Tokyo and Rivers in Ancient to Middle Ages, Sakae Taniguchi (member of Society of Museology inProvince and Astronomy of Katsushika and member of theArakawa Society - Japan)
* History of Arakawa River: From a 'Rough River to aRiver of Coexistence 'http://www.ara.or.jp/

Foods for brain

Several kinds of foods can help boost your brain mechanism such as:
* Fruits : Avocados, Bananas, Oranges
* Vegetables: Broccoli, Brussel sprouts, Collard greens, Legumes, Peas, Potatoes, Romaine lettuce, Spinach
* Meat: Beef, Cantaloupe, Chicken, Salmon, Tuna, Turkey
* Foods/drink: · Brown rice, Oatmeal, lean, Cheese, Eggs, Brewer's yeast, Wheat germ, Yogurt, Milk, Soybeans
* etc: Flaxseed oil, Peanut butter

Good breakfasts
Good breakfast for a healthy day should contains a balance of complex carbohydrates and protein, e.g. grains + dairy + fruits.
Examples of balanced breakfasts are:
1. granola cereal, yogurt, a sliced apple
2. scrambled eggs, toast, orange juice
3. veggie omelet, bran muffin, fruit with yogurt
4. whole-grain pancakes or waffles topped with berries and/or yogurt, milk
5. whole-wheat zucchini pancakes topped with fruit, milk
6. french toast topped with fruit, orange juice or milk
7. low-fat cheese melted on toast with a piece of fruit
8. low-fat cream cheese on a whole-grain bagel, orange juice
9. peanut butter and banana slices on an english muffin, milk

Reference: askDrSears.com

Berpikir global atau regional ? (Sebuah paradoks)

"Every one of us is genuinely different.
Even the twins are identically different"
(yessy A)

Sebaiknya anda harus lebih bijak dalam mengeluarkan hasil pemikiran atau opini dalam suatu permasalahan. Karena, walaupun hanya dituliskan dalam sebuah cerpen, sebuah opini akan dapat merubah opini publik. Sebaliknya, untuk suatu opini yang dipublikasikan, siapkan hati untuk menerima ratusan argumen.

Penulisan yang lebih faktual biasanya ditulis secara ilmiah. Untuk analisa trend sosial biasanya diambil dari jajak pendapat beberapa ratus hingga puluhan ribu orang, tergantung dari biaya penelitian yang didapat. Untuk meningkatkan kepercayaan publik, tidak ada salahnya untuk menggabungkan kajian ilmiah dalam suatu cerita fiksi.

Menurut penulis, sebuah masalah (krusial atau tidak) harus dipikirkan 'taylor made' sesuai dengan kondisi (lahir & batin, mencangkup pemikiran) si penerima masalah tersebut, yang nantinya mungkin dapat dipecahkan menurut nuansa global ataupun regional. Sehingga tidak boleh ada pemaksaan ke suatu analisa dari suatu permasalahan.

Ada satu hal yang menarik perhatian publik hingga beken di surat kabar online, yang katanya dibaca oleh ratus ribuan (jutaan?) orang, yaitu telatnya pernikahan. Menurut agama Islam, seseorang harus segera dinikahkan apabila dipandang telah mapan, untuk menjaga akhlak. Karena 80%, penduduk Indonesia adalah muslim, secara umum anda harus sudah menikah di usia 25-26 tahun (atau sebelum 30 tahun ?). Mayoritas posting menyebutkan, siapa saja yang melanggar global etika tsb., dikecam dan dianalisa miring.

Hal ini cukup mengenaskan, karena ada 1.5 juta varian susunan dna yan berbeda untuk 71 ras orang (Nature, 2005). Secara logis, varian dna ini akan turut membentuk varian sel otak. Ditambah lagi, pola berpikir akan ditentukan pula oleh agama, budaya, lingkungan, keluarga, dll. Sehingga bisa diartikan ada jutaan analisa yang berbeda untuk kasus yang sama.

Secara sederhana dapat disebutkan, walaupun kepala sama hitam, tetapi pikiran berlainan. Sehingga definisi mapan dan kesiapan untuk menerima pernikahan akan diterjemahkan dalam berbagai artian yang bersifat regional varian.

Kembali ke posting online diatas, banyak hal yang menyebabkan generasi baru mengundurkan waktu yang tepat untuk hidup berpasangan. Di Jepang, prototipe workacholic dan mahalnya biaya hidup diduga menjadi sumber utama. Selain itu, tidak ada tuntutan agama yang dapat melarang orang Jepang untuk tinggal bersama.

Untuk generasi muda yang tinggal di luar Indonesia, kesibukan studi dan kesulitan hidup di negeri orang, mungkin menjadi alasan utama. Faktor lainnya, jodoh, keberuntungan mendapatkan pasangan yang sesuai dll. Bila kebahagiaan adalah sesuatu yang didambakan, otomatis pernikahan yang sekiranya tidak membahagiakan akan dihindari. Ada juga yang telat menikah tetapi tetap menjaga akhlak. Banyak juga yang belajar dari kasus pernikahan yang tidak sempurna, seperti menikah di usia 20-an, yang diselingin selingkuh di usia 30-an (karena bosan, dll) dan diakhirnya perceraian. Banyak juga kasus korupsi di Indonesia di landasi problema ekonomi keluarga. Selain itu, ada banyak juga varian kasus lainnya.

Saya tidak tahu apakah anda bisa menyimpulkan masalah dan paradigma diatas seperti yang saya inginkan. Dilain hal, saya tidak dapat memaksa anda untuk memilih memikirkan & memutuskan secara global ataupun regional. "It's up to you".

Sehingga kita sebaiknya tidak membuat opini yang dapat menyalahkan suatu keputusan. Layaknya jas yang enak dipakai, ia harus dibuat secara 'taylor-made'.

Salam.

Tokyo, 25 November 2005
Copyright @ YessyArv