イエシの世界 - Yessy Arv View

Note about the latest gizmo, news, and bugged things from Tokyo

Monday, December 12, 2005

Dulu Tokyo juga langganan banjir


Ternyata dulu Tokyo juga menjadi langganan banjir di era Meiji tahun 1896, 1902, 1907dan 1910, karena Tokyo adalah lowland yang permukaanterbentuk dibawah permukaan laut.

Setelah banjir terbesar di 1910 akibat curah hujan sebesar 1.216 mm yang menewaskan 369 korban, dan merusak 1679 rumah, th 1911 'Arakawa Flood-Control Channel' dibangun untuk memproteksi Tokyo dari banjir. Pembebasan 1098 hektar tanah dan penggusuran1300 rumah dimulai th 1911. Konstruksi dilaksanakan mulai th.1913 hingga 1930 yang melibatkan 3.1 juta org. Kanal (panjang 22 km, lebar 500 m) dibangun dengan sluice gate di Iwabuchi untuk mengatur tinggi permukaan air di S. Sumida yang mengalir ke Teluk Tokyo. Kanal didesain oleh A. Aoyama yg turut berpartisipasi dlm pembuatan Panama Canal.

Di tahun 1947, akibat topan Catherine, penurunan tanah dan tingginya kondisi pasut kembali membuat banjir Tokyo, sehingga harus mengevakuasi 300.000 org. Kemudian kanal direstrukturisasi sehingga tidak menimbulkan banjir hingga saat ini. Ini didukung dengan "River Act 1997" yang mengatur agar sungai tetap jernih. Bantaran sungai memang sangat luas, sampai bisaditempati lapangan sepak bola dan baseball.

Kalau urusan pakar, sepertinya source di Indonesia tidak kalah. Yang paling sederhana mungkin bisa dimulai dengankampanye individual 'River Act' (dgn kata lain: jangan buang sampah sembarangan).
Mudah-mudahan Jakarta tidak lagi kebanjiran.

Salam,
YessyArv
(1st published 9 Feb 2002)

Reference:
* Tokyo and Rivers in Ancient to Middle Ages, Sakae Taniguchi (member of Society of Museology inProvince and Astronomy of Katsushika and member of theArakawa Society - Japan)
* History of Arakawa River: From a 'Rough River to aRiver of Coexistence 'http://www.ara.or.jp/

0 Comments:

Post a Comment

<< Home